Landscape as Demand

30 11 2006

Rabu pagi menghadiri colloquium sekaligus survey lokasi sebuah proyek kompetisi ide dan realisasi Landesgartenschau 2014 yang sedang saya kerjakan di Schwäbisch Gmünd. Germany.

Satu hal yang menarik adalah keinginan mereka untuk mendapatkan open dan public space seluas luasnya. Lahan hijau yang dibelah oleh sungai Rems dan terhimpit oleh bangunan bangunan serta terpecah pecah oleh jalan dan jembatan kendaraan, ingin diberikan kepada masyarakat dan pedestrian. Begitu juga dengan keberadaan historikal taman kota, diperkuat keberadaannya serta dibuka akses baik berupa struktural maupun visual terhadap aktifitas perkotaan.

Untuk itu pemerintah ingin menghilangkan beberapa bangunan (rata-rata bangunan disana 3-4 lantai) untuk mendapat „ruang“ yang luas. Namun keberadaan bangunan yang memiliki nilai historis tentu saja tetap dipertahankan dan menjadi salah satu dasar dalam membuat perencanaan. Selain itu menjadikan hitamnya aspal, hijau kembali dengan mengalihkan jalur kendaraan keluar dari arena tempat dimana akan ditanami rumput dan pepohonan sehingga pejalan kaki bisa menikmatinya. Mengalihkan fungsi jembatan datar diatas sungai Rems yang tadinya lebar dan dilalui truk-truk antar kota mejadi sempit dan hanya buat pejalan kaki dan sepeda.

Bingung juga memikirkan seberapa kuat dana yang akan dikucurkan buat mengimbangi proyek ini, dan berapa persen untuk pekerjaan membongkar.

Ada lagi keinginan untuk menarik masyarakat buat menikmati air sungai. Selain Rems, kota ini juga dibelah oleh Josefsbach, sungai ini memiliki slope yang curam dan permukaan air sangat jauh di bawah. Selain dengan adanya stage di atas sungai keberadaan path pedestrian way juga ingin dimunculkan dibawah lereng sungai, dibantu dengan menaikkan permukaan air sungai 2 meter lebih tinggi dari existing diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses sungai.

Dalam colloquium, walikota berniat mengalihfungsikan dan membelah jalan raya di satu kasus tepian sungai, menjadikannya sebagai slope yang landai sehingga masyarakat bisa turun ke sungai.

Demikian niatnya mereka menghadirkan sebuah landscape yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

Advertisement

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.